24k

Lorem ipsum dolor sit amet

3.6M

Mei dolore tritani repudiandae

+79

His nemore ad prima vivendum

About us

Hans Kelsen legendaris

Pemikir kelas global

Hukum Murni 

Literasi hukum menembus antar benua.

Serangan “RUNTUHNYA HIERARKI”

“Putusan a quo mendasarkan diri pada norma yang secara hierarkis tidak memiliki validitas karena bertentangan dengan norma yang lebih tinggi, sehingga konstruksi pertimbangan hukum Judex Facti menjadi tidak sah dan harus dibatalkan.”

Serangan “KEWENANGAN CACAT”

“Kewenangan yang digunakan dalam perkara a quo tidak bersumber dari norma yang sah dalam struktur hierarki hukum, sehingga tindakan tersebut merupakan perbuatan tanpa dasar kewenangan yang sah (ultra vires) dan karenanya batal demi hukum.”

Serangan “PROSEDUR MEMBUNUH SUBSTANSI”

“Dalam perspektif teori hukum murni, validitas suatu norma tidak ditentukan oleh substansinya, melainkan oleh cara pembentukannya. Oleh karena itu, cacat prosedural dalam perkara a quo secara langsung menggugurkan keabsahan tindakan hukum yang dilakukan.”

COMBO SERANGAN (Level Kasasi)

  1. Prosedur cacat
  2. Kewenangan tidak sah
  3. Hierarki dilanggar

👉 Hasil: Putusan Judex Facti terlihat rapuh secara sistemik,

POLA PIKIR

Lakukan menyerang validitas sistem hukum itu sendiri

Kutipan Akademik Hanskelsen

Reine Rechtslehre
General Theory of Law and State


Siapa Hans Kelsen

Prinsip Utama Hans Kelsen:

Lahir di daratan Eropa menerapkan ilmu hukum dari benua Eropa hingga Benua Asia .

Validitas = Segalanya

Hukum bukan soal adil/tidak

  • Tapi: apakah norma itu VALID?

Kalau tidak valid → tidak punya kekuatan mengikat.

Prosedur = Sumber Keabsahan

  • Norma lahir dari prosedur
  • Prosedur cacat = norma cacat

Ini senjata paling sering “mematikan”.

Hierarki Norma (Stufenbau)

Putusan hakim harus bersumber dari norma yang sah

Kalau dasar normanya cacat → putusan ikut cacat

Ini pintu masuk untuk “membongkar dari atas”

Invalid Norm

Ada cacat formil

Prosedur dilanggar

Kewenangan tidak sah.

Konsep inti dari Hans Kelsen:

Bedah mendalam Grundnorm

Sudut pandang filsafat

Bandingkan Kelsen vs hukum progresif (Satjipto Rahardjo)

Aplikasikan langsung ke kasus (gaya memori kasasi / litigasi tajam)

Buat tulisan / paper / argumen hukum kelas premium

Sudut pandang filsafat

Grundnorm itu:

  • Fiktif tapi fungsional
  • Tidak bisa diuji benar/salah
  • Tapi jadi dasar semua validitas hukum

Ini titik paling “rentan” sekaligus “kuat”

Bandingkan Kelsen vs hukum progresif (Satjipto Rahardjo)

Kelsen:

“Hukum sah meskipun tidak adil”

Satjipto:

“Hukum harus berpihak pada keadilan manusia”

Aplikasikan langsung ke kasus (gaya memori kasasi / litigasi tajam)

Jika Grundnorm hanya asumsi →
legitimasi hukum bersifat konstruksi, bukan absolut

  • Jika konstitusi dilanggar secara sistemik →
    apakah Grundnorm masih “dipercaya”?

Ini bisa dipakai untuk:

  • kritik konstitusional
  • argumen delegitimasi sistemik (kasus besar)


Grundnorm = Asumsi Transendental

Bukan norma tertulis

  • Bukan dibuat lembaga
  • Tapi diasumsikan harus ada agar hukum bisa “hidup”

Tanpa Grundnorm → sistem hukum runtuh

Contoh implisit:

“Konstitusi harus dipatuhi”


Portfolio

Lorem ipsum dolor sit amet, at mei dolore tritani repudiandae.

STRATEGI GANDA (Kelsen + Progresif)

Kelsen – menghancurkan struktur.
Satjipto – menekan moral hakim

Gunakan Kelsen untuk MENYERANG

  • cacat prosedur
  • invaliditas norma
  • kewenangan


John Doe

Lawyer

Gunakan Satjipto untuk MENYENTUH HAKIM

  • rasa keadilan
  • kemanusiaan
  • dampak sosial


John Doe

Lawyer

“Bahwa keabsahan suatu putusan bergantung sepenuhnya pada validitas norma yang menjadi dasarnya. Ketika norma tersebut lahir dari prosedur yang cacat, maka seluruh bangunan hukum yang didirikan di atasnya kehilangan legitimasi yuridis.”

John Doe

Lawyer

“Bahwa hukum tidak boleh menjadi alat yang mengabaikan keadilan substantif. Ketika prosedur dilanggar dan hak-hak Terdakwa tercederai, maka hukum telah kehilangan rohnya sebagai pelindung manusia.”

John Doe

Lawyer

Join us! It will only take a minute

Apa kata ahli hukum tentang Hans Kelsen

L

Team Member

Job Title

Team Member

Job Title

Team Member

Job Title

Team Member

Job Title

Pemikiran Hans Kelsen senjata litigasi presisi

“Bahwa suatu norma hanya memperoleh validitasnya apabila dibentuk berdasarkan norma yang lebih tinggi. Ketika prosedur pembentukannya cacat, maka norma tersebut kehilangan legitimasi yuridisnya, sehingga tidak dapat dijadikan dasar penghukuman terhadap Terdakwa.”

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then […]

Please set the ‘Contact Form’ component shortcode

  • Phone: +6281293847519
  • E-mail: office@hanskelsen.com
  • Address: Klawuyuk, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, 98418
We are also social: